WELCOME

Myspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace Layouts Myspace LayoutsMyspace Layouts Myspace LayoutsMyspace Layouts Myspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace Layouts
Myspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace LayoutsMyspace Layouts

Sabtu, 22 Oktober 2011

TEORI-TEORI BELAJAR

Nama : Yusida Noviani
Kelas / NPM : 3E / 09330213
Jurusan : Pendidikan Fisika

Belajar adalah suatu proses kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu fungsi teori belajar adalah mengungkapkan seluk beluk atau kekompleksan peristiwa yang kelihatannya sederhana. Meskipun banyak teori belajar, namun ada kesamaan umum dalam mendefinisikan belajar. Teori-teori tersebut yaitu :
1. Teori Deskriptif
• Tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belejar menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar atau bagaimana orang belajar.
• Mengamati hasil sebagai efek dari interaksi antara metode dan kondisi.
2. Teori Perspektif
• Tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang optimal. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain atau upaya mengontrol variabel belajar.
• Mengamati metode optimal untuk mencapai tujuan.
3. Teori Belajar Behavioristik
 Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon.
 Yang diperhatikan adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon, sedangkan prosesnya dianggap tidak penting karena tidak dapat diamati dan diukur.
 Tokoh-tokohnya : Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, Skiner.
4. Teori Belajar Kognitif
Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai sesuatu yang nampak. Teori ini lebih mementingkan proses daripada hasil.
Dalam praktek pembelajarannya tampak rumusan-rumusan seperti :
 Tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh J. Piaget
 Advance organizer oleh Ausubel
 Pemahaman konsep oleh Bruner
 Hirarkhi belajar oleh Gagne
 Webteaching oleh Norman
5. Teori Belajar Konstruktivistik
Menurut teori ini, pengetahuan bukan merupakan kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek pengalaman ataupun lingkungannya. Belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan.
Teori ini menekankan keaktifan peserta didik menjadi unsur yang amat penting dalam menentukan kesuksesan belajar.
Strategi pembelajaran ini menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna, urutan pembelajaran mengikuti pandangan peserta didik, proses, dan aktivitas dalam konteks nyata.
6. Teori Belajar humanistik
Menurut teori ini, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri. Teori ini sangat mementingkan isi yang dipelajari daripada proses belajar itu sendiri.
Bersifat abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian dan psikoterapi, daripada bidang kajian psikologi belajar.
Psikologi humanistik selalu memberi tekanan pada positive regards, acceptance, awareness, self-worth yang semuanya bermuara pada aktualisasi diri optimal.
Tokoh-tokohnya :
a. Kolb, mengemukakan konsep 4 tahap dalam belajar, yaitu : pengalaman konkret, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif.
b. Honey dan Mumford, menggolongkan siswa menjadi : aktifis, reflektor, teroris dan pragmatis.
c. Hubermas, membedakan 3 tipe belajar, yaitu : belajar teknis, belajar praktis dan belajar emansipatoris.
d. Bloom dan Krathwohl dengan 3 tujuan belajar, yaitu : kognitif, psikomotor, dan afektif.
e. Ausubel yang terkenal dengan konsep belajar bermakna.
7. Teori Belajar Sibernetik
Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi.
Menurut teori ini balajar adalah pengolahan informasi. Teori ini lebih mementingkan protes, namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa.
Aplikasinya dirumuskan dalam teori Gagne dan Briggs yang mendeskripsikan adanya : kapabilitas belajar, peristiwa pembelajaran, dan pengorganisasian/urutan pembelajaran.
Pask dan Scott membagi siswa menjadi tipe menyeluruh (mempelajari sesuatu dari yang paling umum ke khusus)dan serial menggunakan cara bertahap dalam berfikir.
8. Teori Belajar Revolusi-Sosiokultural
Teori Belajar Piagetian
Keaktifan siswa adalah unsur yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Menurut oiaget, perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik yang didasarkan atas mekanisme biologis dalam bentuk perkembangan sistem syaraf.
Faktor utama yang menentukan terjadinya belajar tetap pada individu yang bersangkutan. Daniel, Tweed dan Lehman mengatakan bahwa teori balajar semacam ini lebih mencerminkan ideologi individualisme dan gaya belajar sokratik yang lazim dikaitkan dengan budaya barat yang mengunggulkan “self generated knowledge” atau “individualistic pursuit of truth”.
Teori Belajar Vygotsky
Vygotsky mengatakan bahwa jalan pikiran seseorang harus dimengerti dari latar sosial-budaya dan sejarahnya. Artinya untuk memahami pikiran seseorang bukan dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otaknya daripada kedalaman jiwanya, melainkan dari asal usul tindakan sadarnya dan interaksi sosial.
Konsep-konsep penting teori Vygotsky adalah : hukum genetik tentang perkembangan, zona perkembangan proximal, dan mediasi.
9. Teori Kecerdasan Ganda
Howard Gardner melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada satuan kegiatan manusia yang hanya menggunakan satu macam kecerdasan, melainkan seluruh kecerdasan, yaitu 7 macam kecerdasan yang telah ada dan ditambahkan 3 macam kecerdasan. Kecerdasan tersebut adalah : kecerdasan verbal/bahasa, kecerdasan logika/matematik, kecerdasan visual/ruang, kecerdasan tubuh/gerak tubuh, kecerdasan musikal/ritmik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan spiritual, kecerdasan eksistensial.
Strategi dasar pembelajarannya adalah :
a. Membangunkan/memicu kecerdasan
b. Memperkuat kecerdasan
c. Mengajarkan dengan/untuk kecerdasan
d. Mentransfer kecerdasan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar